Trending
Senin, 01 September 2025

Game Indonesia Hadir di Gamescom 2025

  • Share
  • fb-share
Game Indonesia Hadir di Gamescom 2025

Gamescom 2025 bukan cuma ajang buat trailer bombastis dan booth raksasa, buat developer Indonesia, ini momen tunjuk taring. Studio game Indonesia datang bawa kombinasi judul yang beragam: dari RPG, game horor lokal yang bikin merinding, sampai game cozy yang pas buat healing sesudah kerja. 

Selain pamer game, delegasi kita juga mengantongi potensi transaksi besar yang nunjukin kalau ekosistem game lokal mulai serius diperhitungkan di level internasional.

Kenapa Gamescom penting buat developer Indonesia?

Simple: publisher, calon pembeli, dan media global ngumpul di situ. Untuk studio kecil sampai menengah, satu meeting B2B yang tepat bisa berarti deal porting, publisher deal, atau kerja sama internasional. 

Di level publik, ini juga momen terbaik untuk branding dan bikin nama studio dan IP jadi gampang diingat. Buat gamer, artinya lebih banyak game lokal yang punya kesempatan masuk Steam, console, atau bahkan service global.

Game Indonesia yang Ikut Unjuk Gigi

Agate - Blades of Mirage

Agate berhasil menarik perhatian lewat Blades of Mirage, sebuah game action-RPG isometrik yang menghadirkan nuansa cerita kental khas Asia Tenggara. Pertarungannya disusun rapi, dunia yang dibangun terasa lokal dan kuat, cocok buat kamu yang suka permainan taktis dengan cerita yang tidak biasa.

Agate juga terbukti piawai mengembangkan proyek berskala besar, sehingga judul ini layak ditunggu sebagai salah satu karya Indonesia dengan potensi rilis matang.

Digital Happiness - DreadOut 3

Serial game horor lokal yang udah terkenal, DreadOut 3, balik lagi. Kali ini mereka janji bakal kasih pengalaman lebih dalam, terutama di bagian cerita dan jumpscare yang emang jadi ciri khasnya.

Game Indonesia Dreadout 3
Photo by @dreadoutgame

Buat fans horor Asia, franchise ini tetap relevan karena masih ngulik urban legend dan suasana lokal yang susah ditiru developer luar. Kalau lo suka deg-degan, game ini wajib masuk whislist.

Busy Beaver Studio - ANDALAS: Realms of Eternal Lights

Trailer game ANDALAS: Realms of Eternal Lights nunjukin janji besar: mitologi dan eksplorasi dengan tampilan yang sinematik. Studio indie macam Busy Beaver lagi coba angkat elemen lokal ke format RPG/Adventure, dan itu menarik karena beda dari mainstream yang sering niru formula barat.

Baca juga: Ini Game buatan Indonesia yang Mendunia

Gambir Studio - Spices of Life

Di tengah banyaknya game aksi dan horor, ada juga Spices of Life yang tampil lebih hangat dan menyenangkan. Game bergaya slice oflife ini punya mekanik memasak dan mengelola bahan, sambil tetap menghadirkan nuansa budaya lokal. Judul ini jadi bukti kalau developer Indonesia juga bisa bikin game santai yang tetap terasa dekat.

Kumagema - Joker’s Rebellion & Auto Farm

Kumagema hadir dengan dua judul berbeda: Joker’s Rebellion yang fokus pada cerita, dan Auto Farm yang lebih santai dengan gaya simulasi. Ini nunjukin kalau studio indie kita cukup fleksibel, berani nyoba pasar yang beragam, dari game dengan narasi berat sampai game ringan yang asik dimainkan berulang.

Rizero Studios - The Blind Warrior

Game action dengan estetika tajam. Berdasarkan teaser, The Blind Warrior menonjolkan pertarungan berbasis karakter yang berpotensi jadi produk niche tapi kuat di komunitas penggemar genre action.

game indonesia the blind warrior
Photo by @rizerostudios

Separuh Interactive - Agni: Village of Calamity

Agni: Village of Calamity adalah game horor survival yang sudah banyak menarik perhatian di Steam. Ceritanya menggabungkan unsur investigasi dan hal-hal gaib, cocok buat lo yang suka suasana menegangkan dan penuh misteri.

SLAB, GU-Studio & Lapakgaming

Studio SLAB dan GU-Studio bawa proyek baru yang belum diumumkan lengkap, tapi kehadiran mereka penting untuk networking; sedangkan Lapakgaming hadir sebagai bagian ekosistem (layanan/marketplace) yang mendukung distribusi dan monetisasi game lokal.

Apa artinya buat kita?

Kehadiran Indonesia di Gamescom 2025 nunjukin kalau ekosistem game lokal mulai punya tempat di panggung internasional. Studio-studio kita dapat sorotan lebih serius dari publisher dan investor, sementara gamer juga diuntungkan dengan pilihan genre yang semakin beragam, ada RPG, horor, hingga game santai.

game indonesia Agni Village of Calamity
Photo by @separuh_interactive

Selain pamer karya, event ini juga jadi ajang penting buat menjalin kolaborasi dan membuka jalan ekspor, yang bisa bikin lebih banyak game buatan Indonesia hadir di Steam, konsol, atau layanan global lainnya.

Yuk Dukung Game Lokal

Biar game Indonesia bisa bersaing di level global, dukungan dari gamer lokal punya peran besar. Cara dukungnya pun gampang: masukin ke wishlist di Steam, follow akun dev di medsos, coba demonya kalau ada, atau share trailernya biar makin banyak orang tahu. Hal-hal kecil kayak gini bisa bikin publisher dan investor lebih yakin kalau game tersebut punya pasar. Jadi, kalau lo pengen lihat karya anak bangsa nongol di Steam, konsol, atau bahkan layanan global, dukungan lo bisa jadi kuncinya.

Comments
Putra
mantap bro
Dudy Elvianto
saik nih bro